Gempa Bursa Transfer Januari 2026: Mo Salah Tinggalkan Anfield hingga Manuver Gila Manchester United

Menjelang akhir tahun, perhatian dunia kini terfokus pada bursa transfer Januari 2026 yang diprediksi akan menjadi momen paling mendebarkan bagi pecinta sepak bola. Di pengujung tahun 2025 ini, atmosfer pasar pemain sangat panas dengan keterlibatan nama besar seperti Mohamed Salah hingga pergerakan agresif Manchester United

Dua isu paling menggetarkan saat ini:

  1. Rumor hengkangnya Mohamed Salah dari Anfield kini semakin berembus kencang

  2. Manchester United disebut menyiapkan manuver transfer “gila” untuk menyelamatkan musim mereka

Jika rumor ini benar, Januari 2026 bisa menjadi bursa transfer musim dingin paling brutal dalam satu dekade terakhir.

Bagi Anda yang tidak ingin ketinggalan, kami telah merangkum laporan mendalam mengenai rumor sport paling panas yang sedang menjadi perbincangan di pusat-pusat pelatihan Eropa hingga tanah air.

Mohamed Salah dan Akhir Era di Liverpool?
Prediksi pemain pindah di bursa transfer Januari 2026

Rumor paling mengguncang di Desember 2025 datang dari Merseyside. Hubungan antara Mohamed Salah dan manajer Liverpool, Arne Slot, dilaporkan berada di titik nadir. Setelah beberapa kali kedapatan memulai laga dari bangku cadangan pada awal Desember, Salah secara terbuka menyatakan rasa frustrasinya.

Saga ini bukan sekadar masalah taktik. Kontrak Salah yang mendekati masa akhir dan ketertarikan masif dari klub-klub Saudi Pro League membuat situasi semakin keruh. Laporan internal menyebutkan bahwa manajemen Liverpool mulai bersikap realistis. Daripada kehilangan sang bintang secara gratis di musim panas, opsi menjualnya pada Januari 2026 dengan harga tinggi menjadi pilihan logis untuk mendanai regenerasi skuad.

Mohamed Salah kini berusia 33 tahun. Kontraknya bersama Liverpool tersisa hingga Juni 2026. Artinya:

  • Januari 2026 adalah kesempatan terakhir Liverpool menjual Salah dengan nilai besar

  • Menunggu hingga musim panas = risiko kehilangan gratis atau harga anjlok

Dalam sepak bola modern, ini bukan soal loyalitas, tapi manajemen aset.

Liverpool bukan klub yang sentimental jika menyangkut angka. Mereka sudah melakukan hal yang sama pada:

  • Philippe Coutinho

  • Sadio Mané

  • Roberto Firmino

Dan hasilnya? Mereka tetap kompetitif.

Pergi Bukan Karena Habis, Tapi Karena Liverpool Berubah

Narasi yang beredar di media Inggris sering kali menyederhanakan situasi: “Salah menua, performa menurun.” Itu malas dan keliru.

Statistik Desember 2025 justru menunjukkan hal sebaliknya. Salah masih menjadi:

  • Top 3 kontributor gol Liverpool musim ini

  • Pemain dengan expected goals tertinggi di skuad

  • Target utama penjagaan lawan di setiap laga besar

Masalahnya bukan pada performa, melainkan arah klub.

Era Jurgen Klopp berakhir, dan Arne Slot datang membawa filosofi berbeda:
lebih kolektif, lebih rotasi, lebih “sistem di atas individu”.

Titik perselisihan inilah yang kemudian memicu ketegangan di antara kedua belah pihak.

Salah adalah pemain sistem-klopp:

  • diberi kebebasan posisi

  • diberi kepercayaan mutlak

  • dijadikan poros serangan

Slot tidak membangun tim seperti itu. Ia menginginkan winger yang:

  • disiplin pressing

  • patuh rotasi

  • tidak mendominasi bola

Bagi pemain seperti Salah, ini bukan sekadar perubahan taktik. Ini penurunan status.

Dan bagi pemain kelas dunia, status adalah segalanya.

Manchester United dan Proyek Penyelamatan Musim Ruben Amorim

Beralih ke sisi lain Inggris, Manchester United sedang berada dalam fase darurat. Di bawah arahan Ruben Amorim, Setan Merah masih kesulitan menemukan konsistensi. Badai cedera yang menghantam Bruno Fernandes (cedera jaringan lunak) dan inkonsistensi lini tengah memaksa manajemen INEOS untuk membuka keran dana besar-besaran di Januari 2026.

Lantas, apa sebenarnya esensi dari langkah berani atau ekstrem yang disebut sebagai “gerakan gila” ini?? Laporan terbaru menyebutkan United tidak lagi mengincar pemain pelapis, melainkan pemain yang siap menjadi tulang punggung baru.

  1. Carlos Baleba & Adam Wharton United dikabarkan telah menyiapkan tawaran pembuka sebesar £70 juta untuk Carlos Baleba dari Brighton. Amorim membutuhkan sosok dinamis yang bisa menggantikan peran Casemiro yang mulai termakan usia. Selain itu, nama Adam Wharton dari Crystal Palace juga masuk dalam radar sebagai opsi pemain lokal berkualitas tinggi.

  2. Antoine Semenyo atau Viktor Gyokeres? Meski Rasmus Hojlund menunjukkan perkembangan, MU membutuhkan predator yang lebih matang. Nama Antoine Semenyo dari Bournemouth mendadak muncul sebagai target utama karena fisik dan ketajamannya di Premier League musim ini. Namun, desas-desus tentang reuni Amorim dengan Viktor Gyokeres tetap menghantui bursa transfer, meski Sporting Lisbon mematok harga selangit.

    Sosok manakah yang diprediksi akan menjadi suksesor Mohamed Salah di lini serang The Reds? Jika Salah benar-benar hengkang di Januari, Liverpool tidak akan membiarkan lubang itu terbuka. Nama yang paling santer terdengar adalah bintang muda Jerman, Florian Wirtz. Meski Liverpool baru saja membelinya di musim panas lalu (dalam simulasi skenario transfer ini), kebutuhan akan kreatifitas di sisi sayap kanan atau peran hybrid membuat Liverpool mungkin akan melakukan pergerakan kedua yang tidak kalah mengejutkan.

    Laporan dari Sky Sports mengindikasikan bahwa Liverpool sedang memantau situasi Alexander Isak di Newcastle. Dengan Isak yang dikabarkan ingin mencari tantangan di klub yang bermain di Liga Champions, Liverpool bisa memanfaatkan dana penjualan Salah untuk memecahkan rekor transfer klub demi memboyong Isak ke Anfield.

Mengapa Harus Sekarang?

Keputusan Liverpool memburu Alexander Isak di tengah rumor kepergian Salah bukan sekadar pengalihan isu. Newcastle United saat ini sedang terjepit aturan Profitability and Sustainability Rules (PSR) Premier League. Meskipun mereka klub kaya, mereka butuh menyeimbangkan neraca keuangan di Januari 2026.

Bagi Liverpool, ini adalah celah. Membayar £100 juta untuk Isak mungkin terdengar gila bagi sebagian orang, namun lihatlah dampaknya secara taktis:

  • Profil Usia: Isak berada di masa keemasan (26 tahun), sangat kontras dengan Salah yang sudah 33 tahun.

  • Versatilitas: Isak bisa bermain sebagai penyerang tengah atau melebar ke kiri, memberikan ruang bagi Darwin Nunez atau Diogo Jota untuk melakukan rotasi tanpa kehilangan ketajaman.

  • Insting Gol: Statistik Isak di babak pertama musim 2025/2026 menunjukkan konversi peluang yang lebih efisien dibandingkan penyerang murni Liverpool lainnya.

    Real Madrid dan Perburuan Bek Tengah Global

    Bursa transfer Januari 2026 tidak hanya tentang lini serang. Di Spanyol, Real Madrid dikabarkan sedang mengalami krisis pertahanan setelah cedera panjang yang menimpa Eder Militao pada November lalu. Florentino Perez dilaporkan telah memberikan lampu hijau untuk membajak William Saliba dari Arsenal.

    Meskipun Arsenal bersikeras tidak akan menjual bek kunci mereka di tengah musim, tawaran fantastis di angka €120 juta disebut-sebut bisa menggoyahkan pendirian The Gunners. Jika Saliba bergerak ke Madrid, ini akan memicu efek domino yang memaksa Arsenal mencari pengganti instan, dengan nama Piero Hincapie dari Bayer Leverkusen sebagai kandidat terkuat.

    Persib Bandung dan Amunisi Baru Menuju Puncak

    Tak hanya di Eropa, atmosfer “on fire” juga merambah ke Liga 1 Indonesia. Persib Bandung, yang sedang berjuang mempertahankan posisi di papan atas, dilaporkan sedang menjajaki kesepakatan untuk mendatangkan pemain asing baru di posisi playmaker.

    Rumor yang beredar di kalangan internal menyebutkan bahwa Maung Bandung sedang memantau pemain asal Brasil yang saat ini merumput di Liga Thailand. Langkah ini diambil menyusul evaluasi performa lini tengah yang dianggap kurang kreatif dalam menyuplai bola ke lini depan. Manajemen Persib dikabarkan siap merogoh kocek dalam-dalam untuk memastikan gelar juara tetap berada di Bandung pada akhir musim 2025/2026.

    Januari 2026 diprediksi bukan lagi sekadar bursa transfer “tambal sulam”. Dengan banyaknya pemain bintang yang memasuki masa akhir kontrak dan kebutuhan mendesak klub-klub besar seperti Liverpool dan Manchester United untuk melakukan perombakan, kita akan melihat pergeseran kekuatan besar di sepak bola Eropa.

    Kepergian Mohamed Salah mungkin akan menyakitkan bagi Kopites, namun bagi Liverpool, ini adalah langkah strategis untuk masa depan. Sementara bagi Manchester United, bursa transfer ini adalah ujian pertama bagi ambisi INEOS di bawah komando Ruben Amorim. Satu hal yang pasti: dompet klub-klub raksasa akan terbuka lebar, dan drama di lapangan hijau akan segera berpindah ke meja perundingan.